pikiranku
Selasa, 30 Desember 2014
HARAPA PENDIDIKAN DI INDONESIA
KELOMPOK 2
1. DANNY TRISTIANTO 12141349
2. HASBY SYAMIL .M. 12141358
3. ANITA ISNATUN N 12141365
4. ELLA KHOIRUNNISA 12141377
A. SIKAP DAN SIFAT YANG PENTING DIMILIKI OLEH SEORANG GURU
Guru merupakan komponen utama dalam dunia pendidikan. Tanpa adanya guru dunia ini menjadi suram, karena guru pencerah dunia. Dengan adanya guru maka terciptalah manusia-manusia yang berpendidikan, yang diharapkan dapat membangun bangsa ini menjadi bangsa yang lebih maju.
Guru adalah orang yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Seorang guru harus benar-benar membawa siswanya kepada tujuan yang ingin dicapai. Dimasa sekarang banyak sekali guru yang bersikap selayaknya seorang guru yang berpendidikan. Banyak guru yang bersikap semaunya sendiri terhadap siswanya. Sikap yang dilakukan oleh guru merupakan cermin bagi siswanya. Bagaimana siswanya begitulah gurunya. Bagaimana sebenarnya sikap seorang guru yang baik, agar bisa menjadi suri tauladan yang baik bagi siswanya.
Guru adalah orang yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Seorang guru harus benar-benar membawa siswanya kepada tujuan yang ingin dicapai serta mempunyai pandangan yang luas dan berwibawa/kewibawaan.
Sikap dari seorang guru adalah salah satu faktor yang menentukan bagi perkembangan jiwa anak didik selanjutnya. Karena sikap seroang guru tidak hanya dilihat dalam waktu mengajar saja, tetapi juga dilihat tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari oleh anak didiknya. Pada saat ini banyak sikap dari seorang guru yang tidak lagi mencerminkan sikapnya sebagai seorang pendidik karena adanya berbagai faktor yang mestinya tidak terjadi dalam dunia pendidikan. Berikut adalah sikap dan sifat yang harus dimiliki seorang guru diantaranya:
1. Adil
Seorang guru harus adil dalam memperlakukan anak-anak didik harus dengan cara yang sama, misalnya dalam hal memberi nilai dan menghukum anak.
2. Percaya dan suka terhadap murid-muridnya
Seorang guru harus percaya terhadap anak didiknya. Ini berarti bahwa guru harus mengakui bahwa anak-anak adalah makhluk yang mempunyai kemauan, mempunyai kata hati sebagai daya jiwa untuk menyesali perbuatannya yang buruk dan menimbulkan kemauan untuk mencegah hal yang buruk.
3. Sabar dan rela berkorban
Kesabaran merupakan syarat yang sangat diperlukan apalagi pekerjaan guru sebagai pendidik. Sifat sabar perlu dimiliki guru baik dalam melakukan tugas mendidik maupun dalam menanti jerih payahnya.
4. Memiliki kewibawaan terhadap anak-anak
Tanpa adanya kewibawaan pada pendidik tidak mungkin pendidikan itu masuk ke dalam sanubari anak-anak. Tanpa kewibawaan, murid-murid hanya akan menuruti kehendak dan perintah gurunya karena takut atau paksaan; jadi bukan karena keinsyafan atau karena kesadaran dalam dirinya.
5. Penggembira.
Seorang guru hendaklah memiliki sifat tertawa dan suka memberi kesempatan tertawa bagi murid-muridnya. Sifat ini banyak gunanya bagi seorang guru, antara lain akan tetap memikat perhatian anak-anak pada waktu mengajar, anak-anak tidak lekas bosan atau lelah. Sifat humor yang pada tempatnya merupakan pertolongan untuk memberi gambaran yang betul dari beberapa pelajaran. Yang penting lagi adalah humor dapat mendekatkan guru dengan muridnya, seolah-olah tidak ada perbedaan umur, kekuasaan dan perseorangan.
6. Bersikap baik terhadap guru-guru lain
Suasana baik diantara guru-guru nyata dari pergaulan ramah-tamah mereka di dalam dan di luar sekolah, mereka saling menolong dan kunjung mengunjungi dalam keadaan suka dan duka. Mereka merupakan keluarga besar, keluarga sekolah. Terhadap anak-anak, guru harus menjaga nama baik dan kehormatan teman sejawatnya. Bertindaklah bijaksana jika ada anak-anak atau kelas yang mengajukan kekurangan atau keburukan seorang guru kepada guru lain.
7. Bersikap baik terhadap masyarakat
Tugas dan kewajiban guru tidak hanya terbatas pada sekolah saja tetapi juga dalam masyarakat. Sekolah hendaknya menjadi cermin bagi masyarakat sekitarnya, dirasai oleh masyarakat bahwa sekolah itu adalah kepunyaannya dan memenuhi kebutuhan mereka. Sekolah akan asing bagi rakyat jika guru-gurunya memencilkan diri seperti siput dalam rumahnya, tidak suka bergaul atau mengunjungi orang tua murid-murid, memasuki perkumpulan-perkumpulan atau turut membantu kegiatan masyarakat yang penting dalam lingkungannya.
8. Benar-benar menguasai mata pelajarannya
Guru harus selalu menambah pengetahuannya. Mengajar tidak dapat dipisahkan dari belajar. Guru yang pekerjaannya memberi pengetahuan-pengetahuan dan kecakapan-kecakapan kepada muridnya tidak mungkin akan berhasil baik jika guru itu sendiri tidak selalu berusaha menambah pengetahuannya. Jadi sambil mengajar sebenarnya guru itu belajar.
9. Suka pada mata pelajaran yang diberikannya
Mengajarkan mata pelajaran yang disukainya hasilkan akan lebih baik dan mendatangkan kegembiraan baginya daripada sebaliknya.
10. Berpengetahuan luas
Selain mempunyai pengetahuan yang dalam tentang mata pelajaran yang sudah menjadi tugasnya akan lebih baik lagi jika guru itu mengetahui pula tentang segala tugas yang penting-penting, yang ada hubungannya dengan tugasnya di dalam masyarakat. Guru merupakan tempat bertanya tentang segala sesuatu bagi masyarakat.
11. Edukatif
Edukatif artinya segala ucapan, sikap dan perbuatan guru, baik di dalam kelas maupun di luar kelas, baik dilingkungan sekolah maupun dilingkungan masyarakat luas, hendaknya mengandung nilai pendidikan atau bersifat mendidik.
12. Normatif
Guru profesioanal hendaknya bersikap normatif, artinya segala ucapan, sikap dan perbuatannya tidak melanggar nilai-nilai moral, etika, norma agama, dan aturan negara. Seyogyanya, senantiasa patuh terhadap aturan hukum yang berlaku, taat terhadap ajaran agama, menghindari segala tindakan amoral dan asusila.
13. Ilmiah
Ilmiah adalah sifat dan karakter guru profesional. Segala ucapan dan tindakan guru profesional dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah. Prinsif yang dipegang teguh oleh guru profesional adalah “ Berilmu amaliyah dan beramal ilmiyah”. Artinya ilmu yang dia miliki disamping diajarkan kepada siswa terlebih dahulu amalkan dalam perilakunya sehari-hari, dan segala amal perbuatannya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah.
14. Demokratis
Guru profesional dalam menyampaikan materi pelajaran tidak bersikap otoriter dan doktrinitas, siswa hanya dituntut untuk mengikuti kata-katanya. Mengerti tidak mengerti siswa disuruh mengikuti segala konsep, teori dan idenya. Sebaliknya guru profesional bersikap terbuka bahkan selalu memotivasi siswanya agar berani mengemukakan ide, gagasan dan pemikirannya
15. Kreatif
Ciri lain dari guru profesional adalah bersikap kreatif artinya selalu banyak ide alias banyak akal untuk mengatasi sesuatu yang dianggap kurang atau tidak ada,memberi penjelasan, menggunakan alat bantu, dan memberi motivasi kepada setiap murid
16. Ikhlas
Segala perbuatan tergantung pada niatnya. Salah satu hadits Nabi mengatakan demikian, bahkan hadits tentang niat tersebut sangat mashur dikalangan umat islam. Nabi mengajarkan bahwa seorang guru dalam mengajar harus berlandaskan niat ikhlas yang suci dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya. Niat yang ikhlas akan menjadi penentu maksud suatu perbuatan.
17. Jujur
Jujur adalah hal penting yang harus dimiliki oleh seorang guru. Jujur menjadi penyelamat bagi seorang guru di dunia dan akhirat. Sebaliknya, bohong kepada murid akan menghilangkan kepercayaan.
18. Walk the talk
Seorang murid akan mencontoh gurunya. Setiap perbuatan yang dilakukan oleh seorang guru yang dilihat oleh muridnya akan menjadi contoh bagi muridnya tersebut. Perbedaan antara ucapan dengan perilaku seorang guru hanya akan membuat murid menjadi bingung. Seorang guru yang tidak mengamalkan apa yang disampaikannya kepada murid-muridnya maka akan merendahkan martabat dirinya dihadapan orang lain.
19. Akhlaq mulia
Guru adalah panutan bagi murid-muridnya. Maka seorang panutan dituntut memiliki sikap terpuji yaitu akhlak mulia. Ucapan yang baik, senyum, raut muka yang berseri dan menghilangkan jarak yang dapat membatasi antara seorang guru dengan muridnya. Kasih dan sayang seorang guru mencerminkan akhlak mulia yang terkandung dalam gerak dan perilaku seorang guru.
20. Berani
Seorang guru harus memiliki sikap pemberani. Berani meluruskan yang salah pada muridnya dan yang tersulit adalah berani mengakui kekurangan yang ada pada dirinya.
B. HARAPAN SEORANG GURU TERHADAP PESERTA DIDIK SETELAH MENGAJAR 6 TAHUN
Seorang guru pasti memiliki harapan terhadap peserta didiknya setelah selama 6 tahun mengajar, membimbing, mengarahkan, menasehati dsb. Harapan seorang guru tidaklah terpaku pada pengetahuan saja atau siswa siswi yang berprestasi tapi siswa siswi yang memiliki akhlaqul karimah, berbudi pekerti yang baik, bermoral yang baik, mempunyai sopan santun, mempunyai kterampilan, kreatif dan taat beribadah terhadap agama yang dianutnya. Dengan terbentuknya landasan agama yang kuat maka akan terbentuk karakter yang baik dari dalam diri seorang anak yang nantinya akan menjadi contoh bagi teman-temannya atau orang lain.
Untuk mencapai semua itu dapat diintregasikan di setiap mata pelajaran, namun dapat menjadi paket mata pelajaran. Selain itu juga guru harus dintuntut bisa memberikan nasehat diawal pelajaran. Nasehat bisa dilakukan sebagai pemanasan yang tdak memakan waktu yang lama, namun dampaknya di kemudian hari akan terbentuk pribadi yang dapat memecahkan masalah bukan membuat masalah. Menyisihkan waktu misal seminggu sekali atau sebulan sekali untuk mengasah kreativitas dan keterampilan siswa, misal dari hal yang sederhana memanfaatkan barang bekas yang ada disekitar yang disulap menjadi barang atau sesuatu yang bermanfaat dan empunyai nilai jual yang tinggi.
Berilmu atau pintar dan banyak pengetahuan adalah hal yang penting, tapi mempunyai pribadi yang baik, sopan santun, berakhlaq mulia dan kreativitas yang baik tidak kalah penting karna pada dasarnya orang yang mempunyai akhlaq yang baik akan banyak dicari dan dibutuhan orang lain, dan orang yang mempunyai keterampilan atau kreativitas dapat menciptakan lapangan pekerjaan, jadi ilmu tersebut dapat tersalurkan dengan baik dan bisa bermanfaat bagi dirinya ataupun orang lain.
C. PROGRAM UNTUK MENCAPAI HARAPAN
1. Program penanaman sikap spiritual dan kedisiplinan
a. Program Harian
Di pagi hari (jam 06.00 WIB)
Ø Siswa wajib datang kesekolah paling lambat jam 06.00 pagi
Ø Bagi Siswa yang beragama islam membaca alquran sampai jam 06.30 pagi dimushola sekolah, dan bagi yang beragama lain berkumpul menjadi satu dan beribadah sesuai agama masing-masing.
Ø Siswa menuju kelas masing-masing.
Ø Bagi siswa yang piket pada hari itu langsung bertugas sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Ø Diluar kelas, ketua kelas menyiapkan teman-temannya untuk berbaris rapi didepan kelas kemudian memeriksa kelengkapan pakaian siswa.
Ø Jika sudah rapi siswa diizinkan untuk memasuki kelas sambil mencium tangan guru secara bergantian.
Ø Sebelum memulai pelajaran, ketua kelas menyiapkan teman-temannya untuk memberi salam kepada guru dan dilanjutkan dengan berdoa.
Ø Guru menyapa (menanyakan kabar), mengabsen siswanya kemudian memulai kegiatan pembelajaran.
Ketika jam istirahat (jam 09.00 WIB)
Ø Setelah bel istirahat berbunyi, ketua kelas beserta pengurus kelas mengarahkan teman-temannya yang beragama islam menuju ke mushola untuk mengerjakan sholat dhuha bersama-sama dengan guru.
Ø Setelah itu, siswa bebas melakukan kegiatan misal ingin jajan di kantin, atau membaca diperpustakaan atau kegiatan positif lainnya.
Ø Setelah jam istirahat berakhir siswa kembali ke kelas dengan tertib dan siap mengikuti pelajaran selanjutnya.
Ketika pulang sekolah
Ø Siswa secara bersama-sama memeriksa kelas apakah sudah dalam keeadaan rapi dan bersih tidak ada kotoran atau sampah yang tertinggal dan berserakan.
Ø Apabila ada kotoran atau sampah maka membuangnya di tempat sampah yang terletak didepan kelas masing-masing.
Ø Siswa kembali kedalam kelas duduk rapi kemudian membacakan minimal 3 surat pendek dengan arahan dari guru dilanjutkan dengan menyanyikan berdoa dan menyanyikan yel-yel.
Ø Barisan siswa yang duduk dengan rapi dan tenang maka itu yang terlebih dulu keluar.
Ø Siswa secara bergantian mencium tangan guru saat meninggalkan kelas.
Ø Siswa menuju mushola untuk mengrjakan sholat dzuhur bersama guru secara berjamaah.
b. Program Mingguan (mengajak siswa untuk berkreasi)
Ø Disini guru harus mengambil salah satu hari dalam seminggu untuk mengasah kreativitas siswa. Sebagai contoh setiap 2 minggu sekali setiap hari sabtu guru mengajak siswa untuk berkreasi dengan barang-barang disekitar siswa yang sudah tidak terpakai misal sedotan disulap menjadi hiasan dinding.
c. Program Semester (Bazar sekolah)
Ø Setiap 1 semester, sekolah mengadakan bazar. Yang dipamerkan dalam bazar tersebut adalah hasil kerajinan tangan siswa dari barang-barang bekas dan kepala sekolah beserta guru memberikan penghargaan bagi kelas yang kreatif.
Ø Pemenang akan mendapatkan piala bergilir setiap semesternya.
jika saya menjadi guru
By. Danny tristianto, 12141349 / 5J
A. CIRI-CIRI GURU YANG BAIK
1. Akhlak mulia
2. Adil
3. Aktif
4. Anggun
5. Bersemangat
6. Berambisi
7. Berprestasi
8. Beretika
9. Berpengalaman
10. Berpengetahuan
11. Berwawasan luas
12. Bermartabat
13. Baik
14. Bijaksana
15. Berjiwa Pancasila
16. Berjiwa pemimpin
17. Berkarakter
18. Berbakat
19. Berilmu
20. Berani
21. Berprinsip
22. Berbobot
23. Berkorban
24. Ceria
25. Cinta kasih
26. Cinta tanah air
27. Cakap
28. Cekatan
29. Cermat
30. Cerdas
31. Disiplin
32. Dermawan
33. Demokratis
34. Dewasa
35. Empatik
36. Elegan
37. Efektif
38. Gemar membaca
39. Humoris
40. Hemat
41. Hebat
42. Inovatif
43. Ikhlas
44. Jujur
45. Kreatif
46. Luwes
47. Mandiri
48. Menyenangkan
49. Menghibur
50. Mendukung siswanya
51. Pantang menyerah
52. Peduli
53. Percaya diri
54. Pemaaf
55. Pandai
56. Pintar
57. Ramah
58. Rajin
59. Rendah hati
60. Suka menolong
61. Sopan
62. Santai
63. Serius
64. Setia
65. Serba bisa
66. Sabar
67. Saling menghormati
68. Supel
69. Suka tantangan
70. Sigap
71. Tegas
72. Tekad kuat
73. Tegar
74. Terampil
75. Tidak sombong
76. Tidak iri dengki
77. Tidak kenal lelah
78. Tersenyum
79. Tertib
80. Teliti
81. Tekun
82. Tanggap
83. Tenggang rasa
84. Taat hukum
85. Tanggungjawab
86. Ulet
87. Unik
88. Yakin
B. HARAPAN GURU TERHADAP SISWA SETELAH LULUS
Sebelum menentukan harapan yang diinginkan setelah siswa lulus, perlu diketahui Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) untuk siswa. Selengkapnya isi SKL tersebut adalah :
1. Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak.
2. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri.
3. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya
4. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya.
5. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif.
6. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif, dengan bimbingan guru/pendidik.
7. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya.
8. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
9. Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar.
10. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
11. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, dan tanah air Indonesia.
12. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal.
13. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang.
14. Berkomunikasi secara jelas dan santun.
15. Bekerja sama dalam kelompok, tolong-menolong, dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya.
16. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis
17. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan berhitung.
Berdasarkan isi SKL di atas, harapan kami jika menjadi guru dan melaksanakan program “Membaca dan Cinta Lingkungan” yaitu :
1. Menaikkan minat baca para siswa dengan program membaca di perpustakaan sebelum kegiatan belajar mengajar.
2. Menunjang para siswa agar lebih tertarik untuk membaca dan kreatif mendesain mading di sekolah.
3. Meningkatkan rasa cinta dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
4. Siswa menjadi terbiasa hidup bersih dan gemar bergotong royong atau kerja bakti bersama masyarakat sekitar.
Senin, 29 Desember 2014
Aku rindu guru yang tegas
Danny tristianto
12141349/5j
Ketegasan guru saat ini sangat di butuhkan untuk mencetak generasi penerus bangsa yang lebih baik. Ketegasan seorang guru adalah salah satu kunci penting untuk mencetak penerus bangsa yang berkarakter, jujur, disiplin, percaya diri dan beriman dengan ketegasan seorang guru bukan tidak mungkin akan mengubah negeri kita menjadi lebih baik. Tetapi harus di ingat tegas bukan berarti harus kontak fisik dengan murid karena kontak fisik akan membuat murid menjadi takut untuk pergi ke sekolah apalagi kontak fisik bisa melukai diri siswa. Arti tegas di sini adalah guru membuat peraturan yang bisa membentuk karakter positif pada siswa dan jika peraturan dilanggar guru juga harus memberikan hukuman yang membuat siswa jera untuk melanggarnya. Hukuman yang bisa diberikan kepada siswa yang melanggar peraturan antara lain, siswa di suruh membuat kliping tentang pahlawan, menjadikan siswa sebagai pemimpin upacara saat upacara bendera dan masih banyak lagi hukuman yang bisa di berikan kepada pelanggar peraturan tersebut yang terpinting jangan menghukum guru siswa dengan cara kontak fisik.
12141349/5j
Ketegasan guru saat ini sangat di butuhkan untuk mencetak generasi penerus bangsa yang lebih baik. Ketegasan seorang guru adalah salah satu kunci penting untuk mencetak penerus bangsa yang berkarakter, jujur, disiplin, percaya diri dan beriman dengan ketegasan seorang guru bukan tidak mungkin akan mengubah negeri kita menjadi lebih baik. Tetapi harus di ingat tegas bukan berarti harus kontak fisik dengan murid karena kontak fisik akan membuat murid menjadi takut untuk pergi ke sekolah apalagi kontak fisik bisa melukai diri siswa. Arti tegas di sini adalah guru membuat peraturan yang bisa membentuk karakter positif pada siswa dan jika peraturan dilanggar guru juga harus memberikan hukuman yang membuat siswa jera untuk melanggarnya. Hukuman yang bisa diberikan kepada siswa yang melanggar peraturan antara lain, siswa di suruh membuat kliping tentang pahlawan, menjadikan siswa sebagai pemimpin upacara saat upacara bendera dan masih banyak lagi hukuman yang bisa di berikan kepada pelanggar peraturan tersebut yang terpinting jangan menghukum guru siswa dengan cara kontak fisik.
Menjadi guru yang tegas
itu tidak semudah kita membalikkan telapak tangan menjadi guru yang tegas
sangatlah susah karena belum tentu pihak sekolah menyukai karakter guru yang
tegas belum lagi rekan guru yang memusuhinya. Masih banyak guru yang mempunyai
pemikiran ketegasan akan menyiksa murid contoh sederhana saja masih banyak guru
yang mengijinkan muridnya mencontek waktu ulangan dan tidak memberikan
peringatan sama sekali. Padahalan dengan memberikan kesempatan atau membiarkan
murid untuk mencotek itu akan mengurangi percaya diri siswa dan membuat siswa
menjadi malas belajar serta tergantung pada temannya. Memang kita kasihan
kepada siswa yang nilainya di bawah rata-rata tetapi dengan membiarkan mencotek
itu akan membuat siswa tidak akan mau berusaha lebih giat belajar, kita sebagai
guru hendaknya membuat solusi yang lebih bijak kita bisa memberikan jam
tambahan kepada siswa yang nilainya di bawah rata-rata, kita juga bisa bertemu
orang tua siswa dan menanyakan kegiatan apa yang membuat siswa tersebuat
nilainya di bawah rata-rata dengan begitu orang tua murid juga akan tau kemampuan
anaknya. Disuatu sisi jika kita tidak memberikan kesempatan mencontek siswa
akan menjadikan siswa yang merasa nilainya di bawah rata-rata akan sadar bahwa
dirinya masih kurang dari pada teman-temannya selain itu dengan tidak
memberikan kesempatan mencontek siswa akan lebih percaya diri dan jujur. Percaya
diri dan jujur adalah kunci kesuksesan murid-murid kita di kemudian hari.
Saya sebagai calon guru
akan berusaha menjadi guru yang tegas walaupun banyak yang tidak suka tetapi
saya akan bertekat menjadi guru yang tegas demi masa depan siswa dan bangsa
ini. Dan saya juga sangat berharap teman-teman saya juga mempunyai niatan untuk
menjadi guru yang tegas. TAPI INGAT TEGAS BUKAN BERARTI KONTAK FISIK DENGAN
SISWA YA KAWAN.... !! J
Langganan:
Postingan (Atom)
